MAKALAH
“Heriditas dan Lingkungan,serta pengaruh terhadap
pertumbuhan dan perkembangan manusia”
Diajukan
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
PSIKOLOGI
BELAJAR
Dosen Pengampu:
Jon Iskandar Bahari,
S.Psi., M.Pd.I

Disusun
Oleh :
1. Mustofa (2014390103631)
2. Nur Muhammad Aniq (2014390103633)
3. Nurita
Muflikhatin (2014390103634)
4. Muhlisin (2014390103630)
Fakultas
Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam
Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy
Genteng
Banyuwangi
2015
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum.Wr.Wb
Segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmat dan
karunia-Nya. .Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan
kita Nabi Muhammad Saw,beserta keluarga dan para sahabatnya.
Dengan rahmat dan
inayah dari Allah SWT,bahwa penulis telah menyelesaikan tugas makalah yang
berjudul “Heriditas dan
Lingkungan, serta pengaruh terhadap pertumbuhan manusia”.
Dalam penyusunan
makalah ini tidak sedikit halangan atau rintangan yang penulis hadapi.Namun
penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan makalah ini berkat
bantuan,dorongan,dan bimbingan semua kalangan sehingga kendala – kendala yang
penyusun hadapi bisa teratasi.
Oleh karena itu penulis
mengucapkan terima kasih kepada:Bapak Jon Iskandar Bahari,
S.Psi., M.Pd.I Selaku Dosen pembimbing yang telah
memberikan tugas makalah ini dan petunjuk kepada penulis sehinga termotivasi
dalam menyusun makalah ini.Teman – teman yang telah memberikan dorongan Dan
Motivasi kepada Penulis dalam menyusun
makalah ini.
Semoga makalah ini
bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan.
Khususnya bagi penulis semoga tujuan dalam pembuatan makalah ini bisa tercapai.
Wassalamu’alaikum.Wr.Wb
Genteng,15
Maret 2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................. i
DAFTAR ISI................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah................................................................... 1
1.2 Rumusan
Masalah............................................................................. 1
1.3
Tujuan............................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Heriditas dan
Lingkungan.............................................. 2
2.2 Pengaruh Heriditas dan
lingkungan Terhadap Pertumbuhan
dan perkembangan manusia............................................................. 5
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan....................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Manusia secara utuh adalah
manusia sebagai pribadi yang merupakan pengejawantahan manunggalnya berbagai
ciri atau karakter hakiki atau sifat kodrati manusia yang seimbang antar
berbagai segi yaitu antara segi (i) individu dan social (ii) jasmani dan rokhani
(iii)dunia dan akhirat. Individu itu sendiri dalam kamus
Ekhols & Shadaly memiliki makna kata bendadari individual yang
berarti orang, perorangan, oknum.
Individu
berarti tidak dapat dipisahkan (undivided), tidak dapat dipisahkan, dan keberadaannya
sebagai mahkluk yang pilah, tunggal dan khas. Seseorang berbeda dari orang lain karena ciri-ciri yang khusus itu (Webster’s 743) Setiap individu
memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik
yang diperoleh dari pengaruh lingkungan. Perbedaan inilah yang menyebabkan individu
itu unik, karena adanya perbedaan baik dalam ciri, dan sifat atau karakteristik
bawaan bahkan karena adanya pengaruh lingkungan di dalam perkembangannya.
1.2
RumusanMasalah
1.
Apa pengertian Heriditas dan Lingkungan?
2.
Apa Pengaruh
Hereditas dan Lingkungan Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia?
1.3
TujuanPenulisan
1.
Untuk mengetahui pengertian
Heriditas dan Lingkungan
2.
Untuk mengetahui pengaruh
Heriditas dan Lingkungan terhadap pertumbuhan dan perkembangan manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Hereditas dan Lingkungan
Pendidikan merupakan suatu proses ketika
kemampuan manusia (bakat dan kemampuan yang diperoleh) hendak dikembangkan
secara terus menerus. Kemampuan (bakat) merupakan faktor dasar, sedangkan
kemampuan yang diperoleh merupakan faktor sebagai konsekuensi dari interaksi
individu dengan lingkungannya. Faktor pertama dalam terminologi para psikolog
dikenal dengan istilah “potensi bawaan” (heredity), sedangkan faktor
kedua dinamakan dengan “lingkungan” (environment). (Baharuddin, 2010:
70-71)
1.
Pengertian
hereditas
Setiap individu yang lahir ke dunia dengan
suatu hereditas tertentu. Hereditas pada individu merupakan bawaan sejak lahir
“specific genen. Bawaan/warisan atau hereditas tersebut berasal dari
kedua orang tuanya (Genes) dan tidak dapat direkayasa. Bawaan memiliki
peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Ia lahir membawa
berbagai ragam warisan yang berasal dari kedua ibu-bapak atau kakek-nenek.
Menurut Witherington, hereditas adalah suatu
proses penurunan sifat-sifat atau benih dari generasi ke generasi lain, melalui
plasma benih, bukan dalam bentuk tingkah laku melainkan struktur tubuh.
Sedangkan menurut Wikipedia, hereditas adalah
pewarisan watak dari induk ke keturunannya baik secara biologis melalui gen (DNA) atau
secara sosial melalui pewarisan gelar, atau status sosial.
Jadi, dapat dikatakan bahwa hereditas adalah
pewarisan atau pemindahan biologis, karakteristik individu dari pihak orang
tua.
Faktor hereditas meliputi: 1) bentuk tubuh dan
warna kulit, 2) sifat-sifat, 3) intelegensi, 4) bakat, 5) penyakit.
Menurut Witherington, proses faktor keturunan
ini bekerja melalui prinsip-prinsip sabagai berikut :
a.
Prinsip
stabilitas
Hereditas itu berproses dengan perantara
sel-sel benih, dan tidak melalui sel-sel somatic atau sel-sel badan. Artinya bahwa
ciri-ciri yang dipelajari atau diperoleh oleh orang tua , tidak akan
ditentukan kapada anak.
b.
Prinsip
konformitas
Proses penurunan sifat akan mengikuti pola
jenis (spesies) generasi sebelumnya, misalnya manusia akan menurunkan
sifat-sifat manusia kepada anaknya.
c.
Prinsip variasi
Karena jumlah gen-gen dalam setiap kromosom
sangat banyak, maka kombinasi gen-gen pada setiap pembuahan akan mempunyai
kemungkinan yang banyak pula. Dengan demikian, untuk setiap proses penurunan
sifat akan terjadi penurunan yang beraneka (bervariasi) antara kakak dan adik
mungkin akan berlainan sifatnya.
d.
Prinsip
regresifilial
Penurunan sifat cenderung kearah rata-rata.
Artinya, bahwa anak orang tua yang sangat cerdas biasanya
condong untuk menjadi anak yang kurang cerdas dari pada orang
yang tuanya, dan sebaliknya.
Hereditas yang terjadi pada manusia adalah
adanya warisan specific genes yang berasal dari orang tua. Genes
terhimpun atas beberapa kromosom (colored bodies) yang berasal dari ayah
dan ibu mereka. Dari dua anggota yaitu ayah dan ibu terdapat kromosom yang di
dalamnya ada sejumlah genes yang membawa sifat tertentu dan kemudian
menyatu membentuk senyawa yang memiliki sifat-sifat tertentu pula.
Setiap sel dalam tubuh memiliki herditas
identik sebagai akibat dari adanya proses individu dan differensiasi. Hereditas
juga merupakan faktor pertama yang mempengaruhi perkembangan indvidu. Setiap
individu memulai kehidupannya sebagai organisme yang bersel tunggal yang
bentuknya sangat kecil, garis tengahnya lebih kurang 1/200 inci (1/80 cm). sel
ini merupakan perpaduan antara sel telur dengan sel sperma. Di dalam rahim, sel
benih yang telah dibuahi terus bertambah besar dengan jalan pembelahan sel
menjadi organism yang bersel dua, empat, delapan, dst. Hingga setelah kurang
lebih 9 bulan menjadi organisme yang sempurna.
Semua itu karena adanya proses individuasi dan
diferensiasi yang sangat identik dengan hereditas. Diferensiasi berupa
pembetukan organ yang secara fisik terdapat pada diri manusia sebenarnya. Dan
pembentukan diferensiasinya sangat tergantung kepada sifat dan interkasi
lingkungan sekuler yang sering disebut dengan differential gradients (kekuatan-kekuatan
pengarah organisme). Setelah itu mulailah pembentukan fungsi benih yang
nantinya akan membedakan antara laki-laki dan perempuan proses ini disebut
dengan meiosis. Dalam prosesnya akan ada pembentukan sperma dan indung
telur dalam tubuh calon manusia yang akan lahir di dunia.
Oleh karenanya jika manusia yang berlainan
jenis ini melakukan perkawinan maka akan terjadi proses genetis seperti
penjelasan diatas. Proses terjadi karena adanya pertemuan antara
kromosom-kromoson dari dua jenis yang berbeda. Kromosom yang bertemu ada 24
kromosom dan bercampurlah kromosom-kromosom itu. Akibat dari bertemunya
kromosom itu maka akan terbentuk sifat genes yang dibawa dari dua
manusia berlainan jenis dan terbentuklah sifat genes yang baru terhadap
individu baru.
Dapat diketahui bahwa perkembangan hasil-hasil
kebudayaan yang di peroleh dalam suatu generasi tidak dapat di turunkan
ke generasi berikutnya secara biologis karena antara sel-sel benih dengan
sel-sel somatis nampaknya ada semacam status quo. Sehingga perubahan-perubahan
yang terjadi pada sel-sel somatis tidak mempengaruhi keadaan sel-sel benih.
2.
Pengertian
lingkungan
Pengertian lingkungan menurut psikologi ialah
segala sesuatu yang ada di dalam atau di luar individu yang bersifat
mempengaruhi sikap, tingkah laku atau perkembangannya. Lingkungan itu
wujudnya dapat berupa benda - benda atau objek-objek alam, orang-orang dan
karyanya serta berupa fakta-fakta objektif yang terdapat dalam diri
individu, seperti kondisi organ, perubahan -perubahan organ dan
lain-lain.
Sebenarnya lingkungan itu mencakup segala yang
ada dalam kehidupan manusia secara material dan stimuli baik yang di dalam dan
di luar individu. Baik yang berupa fisiologis, psikologis maupun
sosio-kultural. Secara fisiologis lingkungan menyangkut jasmaniah yang ada
dalam tubuh, seperti gizi, vitamin dan lainnya. Lalu yang secara psikologis
menyangkut berbagai stimulasi yang sudah dibawa sejak mereka di dalam kandungan
bahkan saat mereka sudah di luar seperti kebutuhan ataupun yang berhubungan
dengan sifat-sifatnya. Sedangkan yang sosio-kultural adalah berupa hubungan
dengan lingkungan sekitar berupa interaksi maupun yang lainnya.
2.2 Pengaruh Hereditas dan Lingkungan
Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia
Setiap manusia mempunyai pola pertumbuhan dan
perkembangan yang berbeda. Hal ini dapat dipengaruhi dari berbagai faktor,
yaitu faktor dari dalam (faktor yang ada dalam diri manusia itu sendiri, faktor
hereditas:bawaan/warisan) dan faktor luar (faktor lingkungan). Dengan faktor
bawaan tertentu dan disertai dengan faktor lingkungan yang tertentu pula maka
akan menghasilkan pola pertumbuhan dan perkembangan tertentu pula.
1.
Pengaruh
hereditas terhadap pertumbuhan manusia
Ada banyak hal yang dapat disimpulkan dari
penjelasan di atas seperti sifat pribadi manusia pada umumnya bergantung pada
pengaruh kombinasi genes. Dalam sel-sel ayah dan ibu mereka ada bermacam-macam
sel dikarenakan adanya pembiakan sel lalu sel-sel itu bertemu dan berinteraksi
menghasilkan organisme baru yang memiliki sifat yang berbeda antara ibu dan
ayah mereka.
Kakak-adik itu pada kenyataanya pasti memiliki
perbedaan karena tingkat hereditas yang berbeda. Dalam saudara kembar ada
pembagian yaitu Fraternal twins (kembar tumbuh dari sel telur berbeda)
dan Indentical twins (kembar dari satu sel telur).
Tapi jika penentuan kembar tidak melihat cara
lahirnya maka akan lebih mendekati indentical twins. Pada umumnya kembar
itu terdapat dalam satu sel telur saja, makanya di dalamnya terdapat genes yang
sama pula. Dengan demikian kembar ini lebih disebut sebagai duplikat yang
sempurna tapi meski sempurna, hereditas dalam tubuhnya tetap mengalami perbedaan.
Untuk menggambarkan penjelasan mengenai
mekanisme hereditas adalah adanya interaksi faktor yang dalam pasangan genes.
Hal ini dapat diterangkan dalam banyaknya kasus tentang gen seperti albino,
kebutaan, kebotakan,dan yang lainnya. Biasanya itu terjadi karena adanya
faktor hereditas pada orang tua mereka. Jika orang tua keduanya membawa genes
untuk albino maka keturunanya akan mengalami albino (kulit bule). Bila normal
maka yang dibawa adalah pigmen asli atau normal (CC). Jika hanya salah satu
yang membawa maka sebagian kulitnya akan mengalami bule atau albino (Cc)
individu ini disebut dengan heterozygous. Individu pigmen normal dan
albino disebut dengan individu yang homozygous.
Individu laki-laki dan perempuan ditentukan
sepasang kromosom yang disebut the sex chromosomes. Dan dalam setiap
kromosom ada pembagian yaitu kromosom X dan Y ini dimiliki oleh ayah sedangkan
pihak ibu hanya memiliki kromosom X saja. Untuk memperoleh keturunan perempuan
maka kromosom X dari ayah dan X dari ibu bertemu. Jika ingin memiliki laki-laki
maka kromosom yang bertemu dengan kromosom ibu adalah kromosom ayah yang Y.
Oleh karenanya penentuan ada tidaknya anak laki-laki yang dimiliki sebuah
keluarga bergantung dari ada tidaknya pengaruh kromosom Y dari ayah.
Dalam perkembangan selanjutnya setiap individu
pasti memiliki genes tersendiri. Dan genes itu berguna untuk menentukan
bagaimana perkembangan individu selanjutnya. Jika kromosom X yang dimiliki
lebih dominan maka akan tumbuh sifat wanitanya yang kuat. Sebaliknya jika yang
Y maka kelelakiannya akan tumbuh dengan pesat. Makanya ada istilah waria
(wanita-pria) dan prinita (pria-wanita) dikarenakan adanya hal itu. Semua hal
yang berhubungan dengan fisik seorang individu pasti tidak lepas dari pengaruh
hereditas.
2.
Pengaruh lingkungan
terhadap pertumbuhan manusia
Besar kecilnya pengaruh lingkungan terhadap
pertumbuhan dan perkembangan bergantung pada keadaan lingkungan anak itu
sendiri serta jasmani dan rohaninya.
1.
Keluarga
Keluarga memiliki peranan dalam upaya
pengembangan pribadi anak perawatan orang tua yang penuh kasih sayang dan
pendidikan tentang nlai- nilai kehidupan, baik agama maupun social budaya yang
diberikannya merupakan factor yang kondusif untuk mempersiapkan anak menjadi
pribadi dan anggota masyarakat yang sehat.
Anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga
berada, umumnya sehat dan cepat pertumbuhan badannya dibandingkan dengan anak
dari keluarga miskin. Jadi keluarga berpengaruh besar terhadap
pertumbuhan, terutama ekonomi rumah tangga serta kemampuan orang tua dalam
merawat pertumbuhan jasmani anak.
2.
Sekolah
Sekolah merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama untuk kecerdasannya.
Tinggi rendahnya pendidikan dan jenis sekolahnya menentukan pola pikir serta
kepribadian anak.
3.
Masyarakat
Anak-anak yang dibesarkan di kota berbeda pola
piker dan sikapnya dengan anak yang tinggal di desa. Anak kota umumnya lebih
bersikap dinamis dan aktif bila dibandingkan anak desa yang cenderung bersikap
statis dan lamban.
4.
Teman Sebaya
Kelompok teman sebaya mempunyai peranan yang
cukup penting terutama pada saat terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat
pada beberapa dekade terakhir ini yaitu :
1.
Perubahan
struktur kelurga, dari keluarga besar ke keluarga kecil.
2.
Kesenjangan
antara generasi tua dan generasi muda.
3.
Ekspansi
jaringan komunikasi diantara kaula muda.
4.
Panjangnya masa
atau penundaan memasuki masyarakat orang dewasa.
Aspek kepribadian remaja yang berkembang secara
menonjol dalam pengalamannya bergaul dengan teman sebaya adalah:
1.
Social
cognitium: kemampuan untuk memikirkan tentang pikiran,
perasaan, motif, dan tingkah laku dirinya dan orang lain. Kemampuan memahami
orang lain berpengaruh kuat terhadap minat remaja untuk bergaul atau membentuk
persahabatan dengan teman sebayanya (sigelman&Shaffer, 1995: 372-376).
2.
Konformitas:
motif untuk menjadi sama, sesuai, seragam, dengan nilai-nilai, kebiasaan,
kegemaran (hobi), atau budaya teman sebayanya.
5.
Keadaan Alam
sekitar
Kedaan alam sekitar tempat tinggal anak juga
berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Alam tempat tinggal manusia
memiliki bentuk yang berbeda, seperti pegunungan, dataran rendah dan daerah
pantai. Keadaan alam sekitar adalah lokasi tempat anak bertempat tinggal.
Sebagai contoh, anak yang tinggal di daerah pegunungan akan cenderung bersifat
lebih keras daripada anak yang tinggal di daerah pantai, anak yang tinggal di
daerah dingin akan berbeda dengan anak yang tinggal di daerah panas. Perbedaan
di atas adalah akibat pengaruh keadan alam yang berbeda. Keadaan alam yang
berbeda akan berpengaruh terhadap perkembangan pola pikir atau kejiwaan anak.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Tidak semua hal yang ada dalam setiap individu
dipengaruhi oleh hereditas semata, melainkan juga lingkungan. Lingkungan alam
yang membentuk keajaiban dalam proses hereditas. Oleh karenanya lingkungan
punya andil besar dalam pembentukan sel-sel germ (pembenihan) serta pada proses
selanjutnya. Hereditas sangat ditentukan oleh faktor keturunan atau pewarisan
yang ada dalam genes mereka. Sedang lingkungan akan berpengaruh terhadap
pribadi manusia pada aspek eksternal.
Setiap individu dalam perkembangannya mempunyai
tingkah laku yang telah dibawanya sejak lahir, yaitu; insting (aktivitas
menuruti kodrat/nafsu tidak ada belajar), habits (kebiasaan yang
berulang-ulang/hasil latihan), native behavior (pembawaan mengikuti
hereditas), dan acquired behavior (didapat dari hasil belajar).
Dan kesemuanya itu sangat dipengaruhi oleh hereditas dan lingkungan yang ada
dalam kehidupan setiap individu.
Demikian hereditas dan
lingkungan adalah suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu
dengan lainnya. Mereka saling melengkapi dan saling mengisi celah yang ada
dalam kehidupan manusia pada umumnya. Oleh karenanya pertumbuhan individu tidak
lepas dari pengaruh hereditas dan lingkungan. Yang pengaruhnya tidak terlihat
secara nyata tapi hanya dapat dirasakan dalam diri mereka masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA
Baharuddin, H., 2010,
pendidikandan Psikologi Perkembangan, AR-RUZZ MEDIA : Jogajakarta
http://id.wikipedia.org/wiki/Hereditas.
Diakses tanggal 14Maret 2016
http://aanchoto.com/2010/04/hereditas-dan-lingkungan-dalam-proses-belajar/. Diakses
tanggal 14 Maret 2016
http://edukasi.kompasiana.com/2010/10/26/hereditas-dan-lingkungan-dalam-perkembangan-anak/.Diakses
tanggal 14 Maret 2016
http://supendikok.blog.com/2011/06/25/hereditas-dan-lingkungan/. Diakses tanggal 14 Maret 2016
0 komentar:
Posting Komentar